62 Tahun Palang Merah Indonesia
" Bersama Untuk Kemanusiaan"
Memasuki usia yang ke 62 tahun, eksistensi PMI di masyarakat masih kerap dipertanyakan. Pertanyaan yang muncul, antara lain: PMI bagi-an dari Departemen apa? Apa saja yang dikerjakan oleh PMI? Apakah PMI menjual darah? Kenapa ada pungutan PMI? Apa kaitan PMI dengan Bulan Sabit Merah? Dan pertanyaan lainnya. Ironis memang, pada usianya yang lebih dari setengah abad, PMI belum sepenuhnya dimengerti oleh masyarakat termasuk tentang visi, misi, dan tugas PMI.
Berdirinya organisasi Palang Merah, digagas untuk membantu para korban perang, baik dari masyarakat atau tentara. Suatu niat yang mulia dari seorang bernama Jean Henry Dunant.
Dari pengalaman hidup Henry Dunant, yang melihat penderitaan dan secara langsung melakukan pertolongan. Tahun 1863 dibentuklah organisasi kemanusiaan yang dinamai Komite Palang Merah Internasional (ICRC = International Committe of the Red Cross). Tujuan organisasi ini: (1) Membentuk organisasi kemanusiaan internasional yang dapat dipersiapkan pendiriannya pada masa damai untuk menolong para prajurit yang cedera di medan perang (2) Mengadakan perjanjian internasional guna melindungi prajurit yang cedera di medan perang serta perlindungan sukarelawan dan organisasi tersebut pada waktu memberikan pertolongan pada saat perang
Sedang di Indonesia sendiri, terbentuknya organisasi Palang Merah Indonesia, dilatar belakangi oleh sejarah peperangan bangsa ini dalam merebut kemerdekaan. Usaha berdirinya organisasi kemanusian ini dirintis oleh Dr. Bahder Johan dan teman-teman di jaman penjajahan Belanda dan Jepang. Namun sayangnya selalu mengalami kegagalan.
Tanpa mengenal putus asa, Panitia Lima terus melanjutkan misi untuk mendirikan organisasi tersebut. Tepat satu bulan setelah kemerdekaan Indonesia (17 September 1945), dibentuklah organisasi Palang Merah Indonesia. Secara “de facto”, berdirinya organisasi Palang Merah di Indonesia menandai bahwa bangsa Indonesia telah merdeka!. Karena secara universal, organisasi Palang Merah didirikan dalam suatu negara yang merdeka.
Tugas pertama kali PMI adalah memberikan bantuan korban perang revolusi kemerdekaan RI dan pengembalian tawanan perang sekutu maupun Jepang. Sejak tahun 1950, PMI resmi menjadi anggota Palang Merah International, ditandai dengan pemerintah RI menandatangani Konvensi Geneva. PMI mendapat pengukuhan secara nasional, melalui Keppres RI No. 25 Tahun 1959 dan Keppres No. 246 Tahun 1963.
Perkembangan Pmi
Dalam usianya yang telah memasuki enam dasawarsa, PMI banyak mengalami kemajuan yang pesat. Dengan terbentuk jaringan kerja yang tersebar di 33 Daerah Propinsi, 323 PMI Cabang Kotamadya/Kabupaten dan dukungan 165 Unit Transfusi Darah di Seluruh Indonesia, menjadikan PMI organisasi yang besar di Indonesia. Perkembangan tugas diawali pemberian mandat dengan situasi saat ini sudah berkembang jauh, sebagai pembanding tugas-tugas PMI saat ini adalah:

Tuntutan dan pengalaman tugas di lapangan, mengakibatkan PMI secara bertahap terus melakukan evaluasi untuk menguatkan kapasitas kerja, seperti pada penanggulangan bencana.
Pada tahap awal PMI hanya melakukan tugas bersifat respon. Namun saat ini, PMI juga melaksanakan tugas pada tahap rehabilitasi, contohnya pada penanganan bencana Tsunami Aceh dan gempa Jogyakarta. Kegiatan PMI juga menyesuaikan dengan masalah globalisasi dunia, seperti: pena
nganan HIV/AIDS dan dampak perubahan iklim. Dalam tugas terakhir itu, PMI sebagai lembaga non pemerintah berperan membantu pemerintah dan masyarakat.
Saat ini, kapasitas organisasi PMI telah semakin menguat. PMI melakukan strategi untuk lebih menguatkan sumber daya baik manusia maupun dana.
Eksistensi PMI dapat tercermin dari relawan yang bekerja tanpa pamrih. Mengalirnya dukungan para pendonor dari dalam negeri maupun luar negeri saat ini, membuktikan pula eksistensi PMI yang semakin menguat
Era Globalisasi
Dalam era globalisasi, di mana masyarakat semakin kritis menjadikan semua komponen institusi/organisasi dihadapi oleh tingkat persaingan yang semakin selektif. PMI sadar, saat ini semakin banyak badan/institusi yang melakukan tugas ”yang hampir sama” dengan misi PMI, yaitu semata-mata menuju pada misi kemanusiaan. Lantas apa yang membedakan PMI dengan lembaga lainnya?
PMI adalah sauatu organisasi kemanusiaan (NGO) yang didirikan berdasarkan pengesahan pemerintah negara yang bersangkutan dan saat ini. PMI satu-satunya organisasi yang melakukan pengelolaan transfusi darah. Kedua alasan ini yang menjadikan PMI sebagai organisasi kemanusiaan yang memiliki karakteristik tersendiri.
Dengan semakin variatifnya tugas-tugas yang dilakukan PMI tanpa bergeser dari ”7 Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional” serta taat untuk tetap melaksanakan Konvensi Geneva 1949, PMI yakin, kedepan semakin dapat meningkatkan citra PMI.
Saat ini, masalah yang dihadapi PMI sebagaimana pernah disampaikan Ketua PMI Mari’e Muhammad adalah tidak tersedianya dana yang suitanable untuk mendukung kegiatan oprasional rutinnya. Hal ini menjadi tantangan bagi Pengurus PMI untuk dapat melakukan upaya pendanaan sebagai income generik organisasi PMI.
Dalam AD/ART PMI, mensyahkan setiap jajaran PMI untuk dapat memiliki unit-unit usaha yang dapat mendukung dana operasional PMI.
Masalah lain dari PMI, belum terselesainya Undang-Undang Lambang Palang Merah, yang bertujuan untuk melindungi lambang perlidungan sebagai lambang yang universal.
Penggunaan dua lambang perlindungan internasional seperti ”palang merah” dan ”bulan sabit merah” di Indonesia, cukup memberikan kerentanan pada saat konflik terjadi di indonesia. Sekali lagi, peran pemerintah sangat menentukan untuk bisa menertibkan ketentuan penggunaan lambang, agar misi organisasi ini terjaga dengan baik. saat ini ada tiga lambang yang boleh digunakan oleh organisasi kepalangmerahan, dan satu negara harus memilih salah satu.

saat ini yang terpenting adalah PMI harus dapat memberikan dan menyediakan data ke dalam bentuk transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat, tentang tugas-tugas yang dilaksanakan oleh PMI. (ria tahir)
| Gol | Jenis Komponen Darah | |||||
|
|
WB | TC | FFP | RCC | LP | AHF |
| A |
0
|
57
|
1140
|
327
|
219
|
1562
|
| B | 166
|
51
|
833
|
692
|
159
|
2543
|
| AB | 1
|
23
|
257
|
108
|
24
|
222
|
| O | 46
|
91
|
474
|
449
|
249
|
992
|