UNTUK PENYELENGGARAAN DONOR DARAH DAPAT MENGHUBUNGI BIDANG PENGADAAN DARAH UNIT TRANSFUSI DARAH DAERAH (UTDD) PMI DKI JAKARTA, TELP. 3906666 EXT. 306 & 317 FAX. 3101107
Jumat, 28 Desember 2007

62 Tahun Palang Merah Indonesia \\\\

62 Tahun Palang Merah Indonesia \\\\

62 Tahun Palang Merah Indonesia

" Bersama Untuk Kemanusiaan"

Memasuki usia yang ke 62 tahun, eksistensi PMI  di masyarakat masih kerap dipertanyakan. Perta­nyaan yang muncul, antara lain:   PMI  bagi-an dari Departemen apa?  Apa saja yang di­kerjakan oleh PMI? Apakah PMI menjual darah?  Kenapa ada pu­ngutan PMI?  Apa kaitan PMI de­ngan Bulan Sabit Me­rah? Dan pertanyaan lainnya. Ironis me­mang, pada usianya yang lebih dari setengah abad, PMI belum sepenuhnya di­mengerti  oleh masya­rakat termasuk tentang visi, misi, dan tugas PMI.

Berdirinya organisasi Palang Merah, digagas  untuk membantu para korban perang, baik dari masyarakat atau ten­tara. Suatu niat yang mulia dari seorang ber­nama Jean Henry Dunant.

Dari pengalaman hidup Henry Dunant, yang melihat penderitaan dan secara langsung melakukan pertolongan. Tahun 1863 diben­tuklah organisasi kemanusiaan yang dinamai Komite Palang Merah Internasional (ICRC = International Committe of the Red Cross). Tujuan  organisasi ini: (1) Membentuk organisasi ke­ma­nusiaan internasional yang dapat diper­siap­kan pendiriannya pada masa damai un­tuk menolong para prajurit yang cedera di me­dan perang (2) Mengadakan perjanjian in­ter­na­sional guna melindungi prajurit yang ce­dera di medan perang serta perlindungan su­ka­­relawan dan organisasi tersebut pada waktu memberikan pertolongan pada saat perang

Sedang di Indonesia sendiri, terbentuknya organisasi Palang Merah Indonesia, dilatar belakangi oleh sejarah peperangan bangsa ini dalam merebut kemerdekaan. Usaha ber­dirinya organisasi kemanusian ini dirintis oleh Dr. Bahder Johan  dan teman-teman di jaman penjajahan Belanda dan Jepang. Namun sa­yangnya selalu mengalami kegagalan.

Tanpa mengenal putus asa, Panitia Lima terus melanjutkan misi untuk mendirikan organisasi tersebut. Tepat satu bulan setelah kemerdekaan Indonesia (17 September 1945), dibentuklah organisasi Palang Merah Indonesia. Secara “de facto”,  berdirinya organisasi Palang Merah di Indonesia menan­dai bahwa bangsa Indonesia telah merdeka!. Karena seca­ra universal, organisasi Palang Merah didiri­kan dalam suatu negara yang merdeka.

 Tugas pertama kali PMI adalah membe­rikan bantuan korban perang revolusi kemer­dekaan RI dan pengembalian tawanan perang sekutu maupun Jepang. Sejak tahun 1950, PMI resmi menjadi anggota Palang Merah International, ditandai dengan pemerintah RI menandatangani Konvensi Geneva. PMI men­dapat pengukuhan secara nasional, melalui Keppres RI No. 25 Tahun 1959 dan Keppres No. 246 Tahun 1963.

Perkembangan Pmi

Dalam usianya yang telah memasuki enam dasawarsa, PMI banyak mengalami ke­maju­an yang pesat. Dengan terbentuk jari­ngan kerja yang tersebar di 33 Daerah Propinsi, 323 PMI Cabang Kotamadya/Kabupaten dan dukungan 165 Unit Transfusi Darah di Selu­ruh Indonesia, menjadikan PMI organisasi yang besar di Indonesia. Perkembangan tugas diawali pemberian mandat dengan situasi saat ini sudah berkembang jauh, sebagai pemban­ding tugas-tugas PMI saat ini adalah:

\"data_PP_1\"

Tuntutan dan pengalaman tugas di lapa­ngan, mengakibatkan PMI secara bertahap terus melakukan evaluasi untuk menguatkan kapasitas kerja, seperti pada penanggulangan bencana.

Pada tahap awal PMI hanya melakukan tugas bersifat respon. Namun  saat ini, PMI juga melaksanakan tugas pada tahap reha­bilitasi, contohnya  pada penanganan benca­na Tsunami Aceh dan gempa Jogyakarta. Kegiatan PMI juga menyesuaikan dengan masalah globalisasi dunia, seperti: pena­

nganan HIV/AIDS dan dampak peru­bahan iklim. Dalam tugas terakhir itu, PMI sebagai lembaga non pemerintah berperan membantu pemerintah dan masyarakat.

Saat ini, kapasitas organisasi PMI telah semakin menguat. PMI  melakukan strategi untuk lebih menguatkan sumber daya baik manusia maupun dana.

 Eksistensi PMI dapat tercermin dari re­lawan yang bekerja tanpa pamrih. Menga­lirnya dukungan para pendonor dari dalam negeri maupun  luar negeri saat ini, membuk­tikan pula eksistensi PMI yang semakin menguat

Era Globalisasi

Dalam era globalisasi, di mana masya­rakat semakin kritis menjadikan semua komponen institusi/organisasi dihadapi oleh tingkat persaingan yang semakin selektif. PMI sadar, saat ini semakin banyak badan/institusi yang melakukan tugas ”yang hampir sama” de­ngan misi PMI, yaitu semata-mata menuju  pada misi kemanusiaan. Lantas apa yang membedakan PMI dengan lembaga lainnya?

PMI adalah sauatu organisasi kemanu­siaan (NGO) yang didirikan berdasarkan pe­ngesahan pemerintah negara yang bersang­ku­tan dan saat ini. PMI satu-satunya orga­nisasi yang melakukan pengelolaan transfusi darah. Ke­dua alasan ini yang menjadikan PMI sebagai organisasi kemanusiaan yang memiliki karak­teristik tersendiri.

Dengan semakin variatifnya tugas-tugas yang dilakukan PMI tanpa bergeser dari ”7 Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional” serta taat untuk tetap melaksanakan Konvensi Geneva 1949, PMI yakin, kedepan semakin dapat meningkatkan citra PMI.

 Saat ini, masalah yang dihadapi PMI sebagaimana pernah disampaikan Ketua PMI  Mari’e Muhammad adalah tidak tersedianya dana yang suitanable untuk mendukung kegi­atan oprasional rutinnya. Hal ini menjadi tantangan bagi Pengurus PMI untuk dapat melakukan upaya pendanaan sebagai income generik organisasi PMI.

Dalam AD/ART PMI, mensyahkan setiap jajaran PMI untuk dapat memiliki unit-unit usaha yang dapat mendukung dana ope­ra­sional PMI.

Masalah lain dari PMI, belum terse­lesainya Undang-Undang Lambang Palang Merah, yang bertujuan untuk melindungi lam­bang perlidungan sebagai lambang yang universal.

Penggunaan dua lambang perlindungan internasional seperti ”palang merah” dan ”bulan sabit merah” di Indonesia, cukup mem­berikan kerentanan pada saat konflik terjadi di indonesia. Sekali lagi, peran pemerintah sangat menentukan untuk bisa menertibkan ketentuan penggunaan lambang, agar misi organisasi ini terjaga dengan baik. saat ini ada tiga lambang yang boleh digunakan oleh organisasi kepalangmerahan, dan satu negara harus memilih salah satu.

\"lambang_benderaPMI\"

saat ini yang terpenting adalah PMI harus dapat memberikan dan menyediakan data ke dalam bentuk transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat, tentang tugas-tugas yang dilaksanakan oleh PMI. (ria tahir)

 


Berita Lainnya :
STOK DARAH

Gol               Jenis Komponen Darah

      WB         TC      FFP      RCC        LP      AHF
A

0

57

1140

327
219
1562
B 166
51
833
692
159
2543
AB 1
23
257
108
24
222
O 46
91
474
449
249

992

Update 23 Agust 2010

ONLINE REGISTRASI
SUMBANGAN KEMANUSIAAN
CIMB Niaga Cabang Slipi
A/C : 237.01.00.14000.4
a/n. PMI DKI JAKARTA
SMS PENGADUAN
hp
PMI DKI
0816 764 354

EMAIL PENGADUAN
email pengaduan
LINK - LINK